Perpustakaan, Budaya Baca, dan Tantangan Kepakaran di Era Digital
Perpustakaan sejatinya adalah jantung kehidupan intelektual sebuah bangsa, penyimpan khazanah ilmu pengetahuan dan budaya yang menjadi sumber inspirasi maupun pengembangan diri bagi seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia, perpustakaan memiliki sejarah panjang sebagai lembaga yang mendukung belajar dan riset, namun sering kali masih terabaikan baik dari segi fasilitas maupun perhatian publik. Kondisi perpustakaan di berbagai wilayah masih terseok-seok akibat keterbatasan anggaran, pengelolaan yang kurang profesional, hingga rendahnya apresiasi masyarakat terhadap fungsi perpustakaan.
Budaya baca yang melekat pada masyarakat Indonesia pun tergolong rendah jika dibandingkan negara lain, hal ini tercermin dari survei tingkat minat baca yang menempatkan Indonesia pada peringkat yang tidak membanggakan. Perpustakaan seharusnya menjadi ruang publik strategis untuk membangun budaya baca yang kuat, menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, serta menjadi pencetus lahirnya pengetahuan yang berkualitas. Namun realitas memperlihatkan bahwa perpustakaan belum berhasil bertransformasi menjadi ruang belajar yang menarik dan adaptif terhadap perubahan zaman, terutama di era digital ini.
Baca analisis lengkapnya di: https://kumparan.com/muhammad-ihsan-tahir-al-mandary/perpustakaan-budaya-baca-dan-tantangan-kepakaran-di-era-digital-25rjywLNBtu